Rabu, 03 Juli 2013

hujannnnnnn

Ada yang bilang hujan itu bencana, tapi banyak juga yang berkata bahwa hujan itu anugerah.
Hujan pengundang keluhan, tetapi juga pembangkit memori. 
Hujan adalah hal yang dibenci hewan-hewan berbulu bermata manja, tapi kesukaan para katak dan penghuni ekosistem rumput. 
Hujan itu pencipta kerusakan bagi sepatu-sepatu berbahan kanvas, tetapi juga penilai ketangguhan sebuah sandal jepit kacangan. 
Hujan penghambat manusia berlibur akhir pekan, tapi juga pemberi nafkah bagi para penjaja payung jalanan. 

Hujan itu minus. Hujan itu plus.
Hujan itu menyebalkan. Hujan itu menyenangkan.
Hujan membawa kesedihan. Hujan itu mencipta kerinduan.

Hujan memaksa ku melihat segala sesuatu dari dua sisi. Dua sudut pandang. Dua pasang mata. Dua otak. Bahkan dua hati. 

Dan sebenarnya, hujan membuat ku membahana, tersenyum bahagia. Dan,ku tak bisa mengelak, tentunya. Hujan berhasil membuai dalam sebuah euforia yang luar biasa. Mengalirkan sejuta kata tak tersurat, yang hanya sanggup melayang di otak. Melambungkan sebuah imaji, akan masa lalu, sekarang, dan masa datang. Menjadi mesin waktu yang mampu berpindah-pindah, lebih hebat dari laci milik Nobita, ataupun mobil di film "Back To The Future". 

#peluk akuuuuhhh

Senin, 01 Juli 2013

sederhana... (katanya)

Bukan malaikat. Bukan penyelamat. Bukan orang yang mengada-ada akan setia menemani. Bukan pula wajah yang mengumbar senyum imitasi.
Bukan pengejar kuantitas. Bukan pengikat berbekal otoritas. Bukan proteksi berakibat depresi. Bukan pula pengekang berlandaskan status relasi.

bukan..bukan... dan bukan...

Cuma menghapus air mata. Cuma meretas duka. Cuma mengompres luka. Cuma memberi ceria. Cuma pembuat lupa.

ituh aku !!


lalu bertransformasi..Menjadi udara panas yang menyembul. Menjadi sel darah merah yang berkumpul. Menjadi obrolan yang mengundang tawa. Menjadi candaan biasa yang membuat bahagia. Menjadi percakapan acak yang menghuni memori. 

Dan, dengan ketidaksengajaan pertemuan jari, berujung rasa tanpa definisi. Yang tak bisa diberi label. Tak bisa dilafalkan. Tak bisa diberi deskripsi.

Ya, itu kita.
Itu aku,
Itu kamu.

Sederhana.

Apa yang kau cemburui, Sayang?

perhatian ku yang terbagi ?
tapi kau tau hati ku kemana kan....??


Ngomong-ngomong, wajahmu sangat menggemaskan
cemburu_lah sering-sering !!!!

pernah ga ?


pernah ga kamu mengenang semua tentang kita? 
coba bayangkan pertama kali kita kenal..
bagaimana kita bisa dekat?
kemana saja kita pergi?
apa saja yang kita lewati berdua?
saat kita marah dan baikan  :") 
saat aku tertawa karena kamu  :")
saat aku bertingkah konyol didepan kamu :"D (mungkin)
saat pelukmu bisa menenangkan ku..
saat aku marah marah dan membuatmu penat -_- 
bayangkan saat itu tidak ada lagi? :")
tiba-tiba suara lantangku sudah tak ada --___-- 
saat tak ada telepon yang harus kamu angkat? 
saat tak ada bbm  yang harus kamu balas ;')
saat tak ada pending yang membuat kamu emosi :"D 
saat tak ada tingkahku yang membuat kamu kesal :')
saat tak ada yang menegur saat kamu salah! 
saat tak ada cerewetku lagi..
saat tak ada berisik ku lagi... dan aku hanya mematuhi saat kau bilang "bisa diem gak?"
dan saat itu APA KAMU LEGA?

Mengingatmu sebentar saja. Aku sudah menuliskan berbagai macam kata

bincang hati


Hari ini aku bercanda lagi dengan hati.

"Aku liat banyak hati yang terluka, tapi tak sendiri. Mana pasanganmu? Siapa yang menjagaimu?"
Sepertinya hati ingin tertawa melihatku bertanya seperti itu.
"Jika belum siap, untuk apa mengundang penghuni yang nantinya menyakiti?"

"Jadi kamu lebih memilih ‘sendiri’ dibanding ‘berdua’?"

"Bukan itu persoalannya. Entah sendiri atau berdua, intinya sudah bisakah berbahagia meramu cinta? Tentang mereka yang tak sendiri, sudahkah menyicipi cinta yang sederhana, atau malah tergulung rumitnya drama yang tak habis-habisnya? Aku bahagia begini, perjalanan menemukan dan ditemukan itu menarik. Memang lebih bahagia jika nanti ada yang mengisi kekosonganku dan melipatgandak

"Rasanya jawabanmu tangguh sekali, tak seperti tubuhmu."

"Sebenarnya semua hati itu kuat. Jika sesekali mereka terlihat lemah, mungkin karena mereka tak berusaha mencari pintu menuju rumah kekuatannya. Kamu hanya tidak tahu saja, seberapa kuat aku dan mereka."

"Sekuat itu? Jika ada hati lain yang melemahkanmu, apakah ia berarti lebih kuat?"

"Tidak juga. Terkadang aku memberi mereka peluang untuk tereliminasi, daripada meneruskan arah memberikan sebuah ruang."

"Lagi-lagi perihal kemauanmu dan lagi-lagi tentang konsekuensi nanti."

"Bukankah memang seharusnya semua hati seperti itu? Hati-hati menjatuhkan diri, hati-hati mempersilahkan penghuni masuk, hati-hati menjaga diri."

"Pernah kau tak hati-hati?" 

"Sering. Tapi itu sebuah pelajaran kan? Kadar hati-hati para hati akan meningkat seiringnya mereka tak berhati-hati. Setidaknya aku lebih bijaksana dalam melihat segalanya setelah jatuh terpecah-belah."

"Ya, aku ingat. Tentang beberapa  penghuni masa lalumu. Nama-nama mereka rasanya ringan terdengar, tak seberat dulu ya? Seiring berjalannya waktu aku melepas, lega itu mulai terhempas. Aku mendewasa, termasuk juga kamu. 

"Firasat tentang akhir dengan objek pujaanmu, selalu tiba tepat waktu. Aku mendengungkannya sampai terdengar gema. Tapi sering kau mengacuhkanku. Padahal jika kamu memekakan telinga, semuanya akan berjalan baik-baik saja. Tapi seperti hukum semesta, semua tidak akan pernah berjalan baik-baik saja. Namun, kau akan tetap baik-baik saja pada akhirnya."

"Maaf hati, jika sering menutup telinga demi segala kesenangan sementara. Maaf hati, jika lagi-lagi aku mengijinkanmu dilukai berkali-kali. Maaf untuk setiap ketidakpekaan. Maaf…"

"Maafmu seharusnya adalah karena terlalu banyak mengucapkan maaf."

#Tersenyumlah hati, karena kita akan bekerja sama membangun cinta. Rumah yang selama ini kita mau.


270613

semalam ituh aku kecolongan,
ada rayapan tangan menyentuh bagian yg tersembunyikan..
aku pencinta kenangan diam dalam dekapan...

#akibat tak bisa tidur karna nyamuk yg ganas